Ad Hoc dan Infrastruktur
Jaringan wireless biasanya terdiri
dari dua model yaitu fixed dan mobile. Jaringan fixed wireless tidak
mendukung mobilitas dan kebanyakan adalah point to point, seperti microwave
network dan geostationary satellite network. Lain halnya dengan jaringan mobile
wireless yang sangat dibutuhkan oleh pengguna yang bergerak. Jaringan mobile
dibagi dalam dua kategori utama yaitu jaringan yang memiliki infrastruktur dan
jaringan yang tidak memiliki infrastruktur atau yang biasa disebut dengan Ad
Hoc (Ardita, M. 2010. Kinerja Modem
Adhoc Radio Untuk Mendukung Manajemen Transportasi Kapal Tradisional. Tesis.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember.)
Pada mode infrastruktur, tiap node
mengirim dan menerima data melalui sebuah konsentrator, dalam WLAN,
konsentrator biasa berupa access point (Zam,
E. 2012. Wireless Hacking: Cari dan eksploitasi kelemahan jaringan wireless.
PT. Elexmedia Komputindo: Jakarta.),
sedangkan pada komunikasi telepon selular biasaya digunakan BTS, dimana
dalam hal ini BTS adalah media perantara antara telepon genggam satu
dengan lainnya. Pada gambar 2.6 berikut ini diperlihatkan topologi sederhana
dari jaringan wireless dengan mode infrastrktur pada WLAN.
Sedangkan pada pada model Ad Hoc
yang biasa dikenal sebagai jaringan peer- to-peer, setiap node dilengkapi
dengan wireless adapter yang mengirim dan menerima data, ke dan dari node lain
secara langsung (Zam, E. 2012. Wireless Hacking:
Cari dan eksploitasi kelemahan jaringan wireless. PT. Elexmedia Komputindo:
Jakarta.). Pada gambar 2.7 berikut ini
diperlihatkan sebuah contoh sederhana topologi jaringan terdiri dari 3 node
yang menggunakan mode Ad Hoc.
Jaringan Ad Hoc menjadikan
masing-masing node adalah suatu router yang dilengkapi dengan transceiver
wireless. Pesan yang dikirim dalam lingkungan jaringan ini akan terjadi
antara dua node dalam cakupan transmisi masing-masing yang secara tidak
langsung dihubungkan oleh multiple hop melalui beberapa node perantara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar